Sabtu, 09 Juli 2016

Senandung Kelam

Jupiter terlihat benderang.
Di tengah sapaan rembulan.
Seharusnya alam terpejam.
Tapi mataku terbelalak muram.

Berbagai desas desus datang.
Hingga penghancuran menyenangkan.
Kalbuku runtuh, jatuh.
Pengkhianatan tak tahu malu.

Aku mencintai malam kelam.
Yang jujur menampakkan kengerian dan keindahan.
Aku mencintai senja hari.
Saat matahari memberi kecupan perpisahan kepada rembulan.
Tak perlu tersenyum, karena hati membenci.
Tak perlu merayu, karena hati menipu.

Dimana kemanusiaan kalian wahai manusia ?
Dimana kasih kalian wahai jiwa yang merengek pada Tuhan agar dikasihi ?
Jangan menipu Tuhan, karena Dia Maha Pendendam.
Jangan memuja akal, karena ia telah membuat mu binal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar