Jumat, 17 Juni 2016

Kemanusiaan Berjubah Kesetanan

Di dunia modern yang serba praktis ini. Banyak manusia yang terlena dan termanjakan oleh segala kemudahan yang didapatkan dari teknologi yang kian canggih. Dunia yang serba sederhana untuk mendapatkan sesuatu. Dunia yang menyajikan pemenuhan kepuasan manusia dengan mudah.

Mirisnya, semua kemajuan itu memang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik dari sisi kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, tapi di sisi lain justru menggerogoti kemanusiaan manusia, sedikit demi sedikit manusia terlupakan oleh empati, peduli, kejujuran, ketulusan dan lainnya. Manusia hanya tulus jika diberi. Manusia hanya jujur jika di iming-imingi. Manusia hanya peduli jika disertai imbalan.

Dunia bagai sedang terjangkit virus yang berkarat tebal. Kaum proletar tak peduli diinjak, tak peduli anak terlantar, dan tak peduli pendidikan tertinggal asalkan dibayar besar. Kaum cendekia bagai terlepas dari norma nilai, tak peduli penemuannya akan berdampak baik atau menjadi bencana bagi manusia. Kaum politikus terbakar hangus hati nuraninya, tak peduli betapa sengsaranya rakyat yang penting nafsunya dan keluarganya terpenuhi tanpa tahu diri.

Manusia beralih dari jubah kemanusiaan, menuju jubah kesetanan.
Dengannya, mereka melenyapkan ketuhanan dari eksistensi, hanya menjadi kenangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar