Rabu, 22 April 2015

Penjelasan Kitab Az-Zuhud - Anugerah yang menjebak

Dengan nama Allah Yang Maha Benar.
Semoga Shalawat dan Salam kekal untuk Utusan-Nya.

A. Perihal Pengarang dan Kitab Az-Zuhud.
Saya akan memulai membahas kitab Az-Zuhud yang dikarang oleh seorang ulama yang sangat 'alim, kaya namun sangat dermawan, terhormat namun selalu ikut perang jihad, beliau adalah Abdullah bin Al-Mubarak (Lahir 118 H-Wafat 181 H). Dalam kitab Az-Zuhud, Imam Ibnul Mubarak meriwayatkan hadits hingga atsar tentang sifat Zuhud sesuai judul kitabnya. Namun sebenarnya tidak hanya tentang sifat zuhud, namun melingkupi semua sifat mulia.

B. Pengertian Zuhud.
Tapi apakah pengertian zuhud itu ?
Secara bahasa, الزهد (zuhud) adalah antonim dari kata الرغبة (keinginan), berarti sifat tidak ingin, tidak rakus.
Sedangkan secata istilah, ringkasnya, diriwayatkan Al-Fudhail pernah berkata : "Asal (pangkal) zuhud adalah ridha terhadap ketentuan Allah".
Dan salah satu Imam Tasawuf, Junaid Al-Baghdadi menjelaskan : "Zuhud adalah sebagaimana yang difirmankan Allah SWT ; "(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri" (QS Al-Hadid: 23), (Jadi) orang yang zuhud tidak berbahagia dengan sesuatu yang ada dari dunia dan tidak menyesali sesuatu yang hilang darinya. Zuhud adalah tidak adanya keinginan hati terhadap sesuatu yang dilepaskan oleh tangannya."

Hadits No. 1 dan Penjelasannya.
Al-Imam Abdullah bin Al-Mubarak berkata :
أخبرنا عبدالله بن سيد بن أبي هند عن أبيه، عن إبن عباس رضي الله عنهما، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ
Abdullah bin Sa'id bin Abi Hindun mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari Ibnu 'Abbas ra, dia berkata : Rasulullah saw bersabda : "Dua nikmat yang selalu membuat banyak dari Manusia terperdaya/lalai adalah nikmat sehat dan kesempatan (waktu luang)."

Seseorang tidak akan mampu zuhud jika tidak menjadi hamba yang selalu bersyukur atas semua keadaan. Dan agar seseorang dapat selalu bersyukur, ingatlah nikmat yang selalu ada namun membuat terlena sehingga tidak memanfaatkannya secara benar, bahkan biasanya hanya diingat ketika keadaan sudah berubah, yaitu sehat dan kesempatan.

Sekarang coba sejenak kita renungkan, betapa banyak waktu yang kita buang hanya untuk menonton tv padahal kesempatan yang ada itu dapat kita gunakan untuk pergi ke majlis ilmu atau membaca sumber ilmu.

Saat kita sehat kita lebih sering menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman sebaya untuk bermain. Padahal kita dapat gunakan waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah sunnah dan mendatangi ulama untuk belajar.

Jangan sampai kita menyesali kehidupan kita karena kita salah dalam menentukan prioritas hidup. Ingat penyesalan selalu di akhir, di saat semua hancur dan sudah terlanjur.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar