Selasa, 21 April 2015

Relativitas Kebenaran

Dengan nama Allah, Tuhan Yang Maha Benar.

Jadi my first note akan membahas tentang Kebenaran dan kerelativitasannya.

Di dunia ini, dimana pun itu, yang baik hanya yang benar. Yang menjadi nilai norma baku masyarakat hanya kebenaran.
Tapi cobalah sejenak perhatikan sekeliling kita dan pikirkan, "mereka melakukan suatu hal yang kita juga lakukan tapi dengan cara beda, bagi kita cara kita yang benar, namun bagi mereka, cara merekalah yang benar."

Apakah mungkin kebenaran itu ada banyak ?
tidak. Yang benar adalah Kebenaran itu hanya satu, tapi mempunyai banyak bentuk. Namanya saja 'kebenaran', jadi tidak 'salah'.

Seperti sebuah lilin yang memancarkan cahaya ke berbagai arah.
Sumber cahayanya hanya satu, tapi bentuk cahayanya berbeda sesuai ruang tempat cahaya tertahan.

Seperti sebuah etika. Orang yang berasal dari dunia barat akan berbeda aturan etikanya dengan orang yang berasal dari dunia timur. Berbeda karena apa ? Karena kebudayaan, lingkungan, dan pemikiran mereka berbeda.
Bahkan di dalam lingkup dunia barat atau timur sendiri mempunyai banyak aliran filsafat etika, contohnya adalah utilitarianism dan materialism. Masing-masing aliran menganggap cara merekalah yang benar.

Jadi kebenaran itu relatif dalam kehidupan ini. Hal inilah yang banyak orang lupakan atau mungkin memang tidak mereka pahami, yang sangat rentan memicu ketidakharmonisan di kehidupan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar